MartapuraKlik – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera mencatat hampir mendekati seribu nasabah atau pelaku UMKM yang masih aktif dalam penerima manfaat penyaluran program dari Pemkab Banjar, yakni Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis (Kurma MANIS).
Di mana para pelaku usaha di Kabupaten Banjar, dapat menikmati kredit usaha tanpa bunga dan biaya administrasi. Salah satu syaratnya, harus dibawah binaan dari DKUMPP, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Direktur Utama BPR Martapura Banjar Sejahtera Ari Rosadi, melalui Irhamdi selaku Direktur Bisnis BPR Cabang Martapura, menyampaikan bahwa program Kurma Manis ini sangat diminati oleh masyarakat dan dinanti setiap tahunnya.
“Hingga kini saja, ada sebanyak 992 nasabah yang masih aktif dalam penerimaan program Kurma Manis,” kata Irhamdi, kepada MartapuraKlik, belum lama tadi.
Bahkan, menurutnya berdasarkan dari informasi dinas terkait, masih banyak pengajuan berkas para palaku usaha yang masih antre di dinasnya.
“Kalau yang ada di kantor kita sendiri, kurang lebih 100 berkas pengajuan pelaku usaha yang masih antre untuk persetujuan program Kurma Manis,” ucapnya.
Seharusnya, lebih jauh dipaparkan Irhamdi, penyertaan modal yang diserahkan Pemkab Banjar kepada BPR Martapura disalurkan secara bertahap mulai 2023 hingga 2026.
Akhirnya, lanjut Irhamdi, Pemkab Banjar menyetujui untuk mempercepat penyaluran pinjaman modal tersebut hingga 2025. Hal ini dikarenakan peminat program Kurma Manis sangat banyak.
“Kita mengharapkan penyertaan modal ini terus berlanjut dan bertambah lagi. Untuk wacana pengajuan permohonan anggaran selanjutnya, kita masih menunggu setelah pelantikan Bupati,” pungkasnya.
Perlu diketahui, penyerahan modal yang diterima oleh BPR Martapura Banjar Sejahtera yang bersumber dari APBD Pemkab Banjar sebesar Rp.10.500.000.000.
Di mana 50 persen dari penyertaan modal tersebut diperuntukkan program Kurma Manis. Sementara untuk 50 persen lainnya untuk perkreditan pinjaman BPR Martapura.
MartapuraKlik – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, yang dihadiri oleh pihak Kabupaten Banjar, Pemprov Kalsel dan Bank Kalsel, bertempat di BPR setempat, Selasa (25/6/2024).
Direktur Utama BPR Martapura Banjar Sejahtera Ari Rosadi mengatakan, ada 3 pembahasan yang disahkan pada kegiatan RUPS Luar Biasa kali ini.
“3 pembahasan ini, terkait pengesahan penyertaan modal sebesar Rp.4,5 miliar, perubahan nomenklatur dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat dan perpanjangan masa jabatan Dewan Komisaris, yakni Nasrullah dari Pemprov Kalsel,” kata Ari.
Ia menjelaskan, untuk percepatan penyertaan modal yang semestinya tahun ini hanya disalurkan Rp.2 miliar. Berdasarkan usulan dari pihaknya, akhirnya penambahan penyertaan modal di 2024 ini disetujui Pemkab Banjar menjadi Rp.4,5 miliar.
“Tujuan percepatan ini karena permohonan dari program Kurma Manis cukup banyak. Ditambah permohonan pengajuan pinjaman ke BPR juga sama,” jelasnya.
Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Banjar Rachmad Ferdiansyah menjelaskan, RUPS Luar Biasa ini salah satunya membahas terkait percepatan penyaluran penyertaan modal dari Pemkab Banjar untuk program Kredit Usaha (Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri dan Agamis).
Di mana dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Banjar sebesar Rp.10.500.000.000 ini, yang semula akan disalurkan secara bertahap pada 2023 sebesar Rp.4 miliar, untuk di 2024, 2025 dan 2026 masing-masing sebesar Rp.2 miliar. Kini dipercepat menjadi 3 tahap saja.
“Yang semula hanya disalurkan sebesar Rp.2 miliar di 2024 ini. Kini penyaluran penyertaan modal dari pemerintah daerah ke BPR dipercepat dan disetujui dengan besaran Rp.4,5 miliar dan sisanya sebesar Rp.1,5 miliar akan disalurkan pada 2025,” kata Rachmad Ferdiansyah.
Ketika ditanya MartapuraKlik alasan penyaluran penyertaan modal tersebut dimajukan? Ia menyebut hal ini berdasarkan kemampuan keuangan daerah.
“Ini sesuai kemampuan keuangan daerah. Dikarenakan pemerintah daerah mampu, jadi ya dimajukan atau dipercepat saja untuk penyaluran penyertaan modal,” tutupnya.
MartapuraKlik – Hingga akhir 2023, tercatat ada sebanyak 396 nasabah atau pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), telah menerima pinjaman bunga nol persen dari program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis (Kurma Manis).
Perihal tersebut disampaikan Direktur Utama PT BPR Martapura Banjar Sejahtera Ari Rosadi, melalui Wiwin Suhartinah selaku Kabag Pemasaran dan Bisnis, kepada MartapuraKlik, Rabu (21/2/2024).
“396 pelaku UMKM ini terdiri dari binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan sebanyak 107 orang, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPerindag) 162 orang. Lalu, 113 orang dari binaan Dinas Pertanian serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sebanyak 14 orang,” kata Wiwin.
Untuk total penyaluran pinjaman yang telah disalurkan pelaku UMKM pada program Kurma Manis, lanjut Wiwin, sebesar Rp.2.223.000.000.
“Alhamdulillah pinjaman tanpa bunga ini, sudah tersalurkan semua kepada pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman dan disetujui pada akhir Januari 2024 tadi,” ucapnya.
Kendati penyaluran pinjaman tanpa bunga dengan tenar waktu selama 12 bulan dan batas maksimal pinjaman Rp.10 juta. Ia mengaku, ada beberapa nasabah yang saat ini menunggak.
“Ada 6 nasabah yang saat ini menunggak dengan total pinjaman sebesar Rp.26.532.667,” sebutnya.
Ketika ditanya MartapuraKlik, apakah nasabah yang menunggak ini akan diberi sanksi ketika telat membayarkan pinjamannya? Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan keringanan kepada yang bersangkutan.
“Karena pinjaman ini tanpa bunga, jadi tidak ada yang namanya denda. Bagi mereka yang tidak sanggup membayar cicilan sesuai perjanjian diawal, mungkin karena usahanya tidak jalan lagi atau semacamnya. Bisa saja diberi keringanan berapa sih mereka sanggup membayar tiap bulannya hingga pokok pinjamannya lunas,” pungkasnya.
Perlu ketahui, penyertaan modal yang diberikan Pemkab Banjar untuk penyaluran pinjaman ini sebesar Rp.10.500.000.000.
Di mana penyertaan modal yang dikucurkan secara bertahap tersebut dibagi menjadi dua, KUR BPR dan program Kurma Manis.
Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk mendukung program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju, Mandiri dan Agamis (Kurma Manis).
Bupati Banjar Saidi Mansyur di Kota Martapura, Rabu, mengatakan dana miliaran rupiah itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 dan siap disalurkan kepada penerimanya.
"Program Kurma Manis dilanjutkan 2023 dan disiapkan anggaran sebesar Rp4,5 miliar dan digunakan untuk membantu masyarakat baik sebagai pinjaman maupun bantuan usaha," ujarnya.
Dijelaskannya, program Kurma Manis merupakan program investasi daerah yang dijalankan Pemkab Banjar berupa pemberian pinjaman tanpa bunga dan biaya administrasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Bantuan atau pinjaman diberikan kepada masyarakat maupun pelaku usaha yang bergerak diberbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, industri kecil dan usaha lainnya.
"Pinjaman dana yang diberikan kepada masyarakat maupun pelaku usaha untuk membantu agar usaha yang dijalankan bisa tumbuh dan berkembang sehingga ekonomi serta kesejahteraan meningkat," ucapnya.
Disebutkannya, sesuai aturan yang dibuat terkait pinjaman Kurma Manis tanpa bunga atau 0 persen termasuk tanpa biaya administrasi, sedangkan pinjaman di bawah Rp5 juta tanpa jaminan atau agunan.
Sedangkan pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta harus penuhi syarat yakni menyertakan jaminan atau agunan berupa aset bergerak maupun tidak bergerak sehingga ada nilai yang dipegang pemkab.
"Tujuan pemberian pinjaman adalah membantu masyarakat yang ingin berusaha, sedangkan tujuan akhir mendorong pemulihan ekonomi nasional karena UMKM sebagai penggerak ekonomi," sebutnya.
Dikatakan Saidi, pihaknya sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program Kurma Manis termasuk direksi dan jajaran PT BPR Martapura Banjar Sejahtera sebagai bank pelaksana program.
Klikkalsel.com, MARTAPURA – Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri dan Agamis (Kurma Manis), program yang dirilis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam upaya penanggulangan dampak sosial ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Disampaikan Ikhwansyah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Setda Kabupaten Banjar di sela sidang dewan gelar Teken Komitmen Kerja di Command Center Martapura, Selasa (3/2/2023). Kurma Manis diperuntukkan bagi pelaku usaha di berbagai bidang seperti pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, industri kecil, dan jasa. Program ini sendiri dikelola melalui PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera.
Menurutnya, diluncurkannya program ini selaras dengan visi dan misi Kabupaten Banjar di bawah kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur/Habib Idrus Al Habsyi. Visi tersebut menitikberatkan Kabupaten Banjar yang Maju Mandiri dan Agamis (Manis).
“Kurma Manis” lanjut Ikhwansyah, bagian dari implementasi misi kedua pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar 2021-2026. Yakni peningkatan ekonomi berkualitas berbasis kerakyatan dan pemerataan pembangunan daerah yang berkeadilan.
Kendati demikian, realisasi program ini tetap menghadapi kendala. Yakni masih terbatasnya jangkauan disebabkan keterbatasan anggaran dan luasnya wilayah Kabupaten Banjar.
Ikhwansyah juga memaparkan syarat bagi para pelaku usaha yang ingin mendapatkan “Kurma Manis”. Para pelaku usaha harus mengajukan permohonan kepada lembaga penyalur setelah mendapatkan rekomendasi dari perangkat teknis. “Memiliki usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan dan melengkapi persyaratan administratif seperti copy KTP, copy KK, surat keterangan usaha, dan sebagainya,” katanya.
Martapura, InfoPublik - Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis atau (Kurma Manis), adalah Program Investasi Daerah Pemerintah Kabupaten Banjar berupa pinjaman modal usaha untuk pelaku usaha mikro di Kabupaten Banjar, tanpa bunga atau bunga nol persen dan tanpa biaya administrasi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur saat memimpin Apel Gabungan Lingkup Pemkab Banjar di Halaman kantor Bupati Banjar, Selasa (21/6/2022).
Saidi Mansyur mengatakan, hal ini terwujud atas kerja sama Pemkab Banjar dengan PT BPR Martapura Banjar Sejahtera sebagai lembaga penyalur program.
”Tujuan program Kurma Manis ini adalah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi terutama untuk usaha mikro di Kabupaten Banjar. Sasarannya pelaku usaha di sektor perdagangan, pertanian, peternakan dan usaha mikro lainnya,” jelas dia.
Sementara itu salah satu penerima manfaat kredit, Safwani dari Sungai Lulut mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
”Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu menyalurkan bantuan ini. Apalagi masih dalam masa pandemi ini, dengan bunga nol persen dan tanpa biaya administrasi sangat membantu pelaku usaha mikro seperti kami ini,” ucap dia.
Bupati Banjar pada akhir acara didampingi Wabup Habib Idrus Al Habsyie dan Direktur Utama Bank BPR Martapura Ari Rosadi kepada empat orang penerima manfaat kredit. Di antaranya Junairi dari Kecamatan Sungai Tabuk dengan pinjaman Rp10 juta.
Ahmad Riswindi dari Komplek P. Antasari pinjaman Rp7 juta. Safwani dari Kecamatan Sungai Lulut pinjaman Rp10 juta dan Arkani dari Desa Sungai Bakung Kecamatan Sungai Tabuk Rp5 juta. (MC Kominfo Kab. Banjar/Fuad/Agusoke)